Saya mau cerita dan berbagi begitu pentingnya kita belajar dari hidup org lain. Terkadang melihat kehidupan org lain itu seperti kaca, yg merefleksi kan dia ke diri kita, berkaca kembali seperti apa kita. Dengan seperti itu kita sadar bahwa kita manusia adalah makhluk yang jauh dari kesempurnaan.
Pada mulanya ~ adik saya bercerita mengenai salah satu teman di kelasnya, yang ternyata mengidap penyakit Hepatitis A. Seorang anak perempuan berumur 16 thn, diketahui hepatitis A baru-baru saja, berawal sejak kaki nya mengalami cidera ligamen. Setelahnya barulah diketahui dia mengidap Hepatitis A. Semakin hari semakin berlalu, mata nya kian lama kian menguning, begitu juga dengan badan nya yang semakin kurus.
Beberapa minggu ini dia sudah tidak masuk sekolah, mungkin keadaanya makin memburuk. Tidak banyak yang tau keadaannya, karena semuanya menjauh darinya, karena kabarnya penyakit ini menular. Dia anak 16 tahun tidak punya teman bermain, teman-teman nya menghidar karena takut tertular. Pernahkah kita membayangkan dan merasakan apa yang dirasakan anak tersebut? pernahkah kita merasakan bagaimana rasanya terkucilkan?
Bayangkan seorang anak perempuan kelas 2 SMA yang sudah diberikan cobaan berupa penyakit mematikan, disaat teman sebaya nya masih bisa menikmati masa-masa bermain dan belajar menuju jenjang pendidikan berikutnya. Anak kecil ini tidak tau apa-apa, bahkan dalam kelahirannya, kalau dia bisa meminta, untuk tidak dilahirkan dan diberikan penurunan penyakit mematikan.
Saya tidak bisa membayangkan kalau saya yg seperti itu, yang diberikan cobaan dengan penyakit seperti itu. Saya juga tidak sanggup membayangkan, seandainya saya adalah orang tua dari anak tersebut, apa yang saya harus lakukan.
Bagaimana dengan kita, mengapa kita yang diberikan organ lengkap, tidak kurang satu apa pun, sehat wal'afiat, namun masih sempat untuk menyakiti orang lain, masih sempat angkuh, berkelahi, mencaci dll.
Dia yang masih kecil, dengan penyakit yang tinggal menunggu waktu merenggut hidup nya, Tidak pernah terbersit di fikirannya untuk menyakiti orang lain apalagi sombong, yang dia inginkan hanya kasih sayang Allah swt yang mau memberikannya waktu sedikit lagi untuk dia membalas budi kepada orang tua yang telah mengasuhnya dan sabar selalu disampingnya, walaupun dia tau dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalas semua itu.
Semoga dengan berlajar dari kehidupan orang lain, kita bisa introspeksi diri untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, Amiin. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar